<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="320">
 <titleInfo>
  <title>Kisah nabi musa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MB. Rahimsyah. AR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm>
   <publisher>Serba Jaya</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">BUKU PENGAYAAN</form>
  <extent>16 hlm.: ilus.; 23,8 x 15,7 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Kisah Teladan 25 Nabi &amp; Rasul</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Di negeri Mesir kuno, hiduplah si raja Fir'aun, sifatnya begis dan kejam bahkan dia mengaku sebagai tuhan semesta alam. Kepada rakyat Fir'aun selalu berbuat sewenang-wenang. Dia tak segan-segan membunuh dan menyiksa. Untuk menyadarkan Fir'aun, Allah mengutus nabi Musa. Agar Fir'aun sadar bahwa dia bukanlah tuhan manusia. Suatu hari Musa menghadap Fir'aun menyampaikan ajaran Tuhan. Kata Musa, &quot;Hai Fir'aun, kembalilah ke jalan yang benar!&quot; Mendengar itu Fir'aun tak terima, dia pun marah besar. Kata Fir'aun, &quot;Musa, berhentilah menceramahiku Akuilah aku sebagai Tuhan, jika kau akan kubunuh!&quot; Menerima ancaman itu Musa tak merasa khawatir sebab dia yakin kejahatan Fir'aun pasti akan berakhir.&#13;
Fir'aun kemudian mengajak Musa beradu kesaktian. Katanya, &quot;Jika kau menang aku mengakui Allah sebagai Tuhan. Tapi jika kau kalah, aku akan membuatmu binasa!&quot; Jawab Musa, &quot;Kalau itu maumu, terserah!&quot;. Fir'aun kemudian mengumpulkan semua ahli sihir, dia mengajak musa beradu kekuatan di padang pasir. Satu persatu para ahli sihir menunjukkan kesaktiannya. Mereka lemparkan tali dan langsung berubah jadi ular berbisa. Nabi Musa tetap tenang dan berusaha menguasai diri, ia pun lalu melemparkan tongkatnya dengan gagah berani saat tongkat tersebut menyentuh tanah, tiba-tiba muncullah ular berukuran raksasa.&#13;
Semua yang melihat mukjizat itu menjadi terperanjat, Fir'aun sendiri sampai mengernyitkan jidat. Ular Musa lalu memakan ular tukang sihir satu per satu. Tukang sihir Fir'aun kalah dan tak ada yang berani maju. Fir'aun yang kalah ternyata malah menjadi marah, katanya, &quot;hai prajurit, bunuh Musa dan pengikutnya.&quot; Musa dan kaumnya berusaha menyelamatkan diri. Mereka lari mencari perlindungan ke sana kemari. &#13;
Musa dan kaumnya terus lari menghindar sementara Fir'aun dan prajuritnya terus mengejar hingga akhirnya Musa tak bisa berbuat apa-apa. Di depan mereka terbentang sungai Nil yang begitu luasnya.&#13;
Musa dan kaumnya dalam situasi yang sangat sulit, mereka benar-benar berada dalam keadaan yang terjepit. Di depan mereka sungai Nil terbentang. Dan di belakang mereka Fir'aun sudah menghadang tak ada jalan untuk bisa menyelamatkan diri kecuali sebuah pertolongan yang datang dari ilahi dalam keadaan bingung dan tak berdaya, tiba-tiba Allah berfirman kepada Musa. &quot;Hai Musa, pukulkan tongkatmu ke sungai itu! Niscaya kau bisa berlari bersama pengikutmu.&quot; Musa pun lalu memukulkan tongkatnya, tiba-tiba sungai Nil terbelah menjadi dua. &#13;
Musa mengajak kaumnya berlari kencang melewati belahan jalan sungai Nil yang terbentang, sementara Fir'aun telah sampai di pinggir sungai mereka terus mengejar Musa secara beramai-ramai, sampai di tepi.&#13;
sampai di tepi sunga Musa lalu memukulkan tongkatnya kata Musa, &quot;Hai sungai, tenggelamkan mereka semua.&quot; Sungai Nil yang terbelah tiba-tiba berubah jadi lautan ganas Fir'aun dan semua prajuritnya tenggelam dan terhempas. &quot;Musa, selamatkanlah aku...!&quot; teriak Fir'aun meminta tolong. Musa hanya diam dan membiarkan Fir'aun yang sombong. Sementara itu gelombang terus saja menghempas. Hingga membuat raja Fir'aun yang kafir itu tewas.</note>
<note type="statement of responsibility">MB. Rahimsyah. AR</note>
<classification>297.246</classification>
<identifier type="isbn"></identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN MTs Negeri 2 PAMEKASAN</physicalLocation>
 <shelfLocator>297.246 RAH k</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">H173473</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library</sublocation>
   <shelfLocator>297.246 RAH k</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>320</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 08:46:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 08:04:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>