<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="321">
 <titleInfo>
  <title>Kisah nabi ilyas</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MB. Rahimsyah. AR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm>
   <publisher>Serba Jaya</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">BUKU PENGAYAAN</form>
  <extent>16 hlm.: ilus.; 23,8 x 15,7 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Kisah Teladan 25 Nabi &amp; Rasul</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Penduduk kota Balabah adalah penyembah berhala. Berfoya-foya dan berbuat maksiat adalah kesenangan mereka, mereka sudah lupa pada ajaran agama yang benar. Kaum pria suka berjudi dan mabuk-mabukan, sedangkan yang kaum wanita suka bersolek dan berdandan. Bermaksiat dan bersenang-senang itulaha kebiasaan mereka sehari-hari. Akhirat bagi mereka urusan belakangan.&#13;
Bertahun-tahun mereka hidup bergelimangan dosa sampai akhirnya Allah mengutus nabi, Ilyas namanya. Nabi Ilyas seorang lelaki yang berbudi mulia. Perawakannya tinggi jangkung dan berwibawa, tugas nabi Ilyas adalah memberi peringatan siapapun yang durhaka pasti akan dapat balasan tapi saat diingatkan mereka malah melecehkan. Mereka anggap nasehat nabi Ilyas itu hanya bualan. Mereka tak percaya kalau Tuhan itu Maha Kuasa, mereka juga tak percaya kalau Allah itu bisa menyiksa kepada nabi Ilyas bahkan mereka pernah berkata, &quot;Ilyas, kalau Tuhanmu bisa menyiksa sekarang di mana?&quot;&#13;
Sudah saatnya penduduk Balabah diberi pelajaran karena kelakuan mereka sudah melampaui batas, mungkin dengan siksaan mereka akan menjadi sadar hingga semuanya mau kembali ke jalan yang benar karena kemungkaran penduduk Balabah yang tak mau berhenti Allah menurunkan adzab yang sangat pedih. Sengaja Allah tak menurunkan setetespun hujan hingga terjadilah musim kemarau panjang.&#13;
Selama 13 tahun hujan tak pernah turun banyak pohon dan hewan mati kehausan. Sumur dan sungai pun kering tak ada airnya tentu saja penduduk jadi kebingungan, namun begitu mereka masih saja tak mau percaya kalau kemarau panjang itu adalah siksaan bagi mereka. Sebaliknya, mereka menuduh nabi Ilyaslah penyebabnya pastilah semua ini gara-gara Ilyas!&quot; kata mereka marah.&#13;
Penduduk Balabah lalu menyusun rencana yang keji. Mereka ingin membunuh nabi Ilyas hingga mati setelah sepakat mereka semua lalu melangkah pergi mencari nabi Ilyas untuk ramai-ramai dibantai. Nabi Ilyas tahu bahwa dirinya dalam bahaya maka secepatnya dia lari sebelum mereka tiba, kini ruma nabi Ilyas kosong tak berpenghuni saat orang-orang itu datang situasi rumah sudah sepi. &quot;Ilyah, keluarlah!,&quot; teriak mereka sambil membawa pedang karena tak ada yang muncul pintu rumah pun ditendang. Saat masuk, hati mereka begitu marah sebab nabi Ilyas sejak tadi tak berada di rumah karena merasa kecewa rumah nabi Ilyas lalu dirobohkan. Setelah itu mereka pergi mencari Ilyas di setiap perkampungan. Setiap rumah penduduk mereka masuki barangkali di sana nabi Ilyas bersembunyi. &#13;
Lama mereka mencari tapi tak berhasil juga padahal waktu itu nabi Ilyas sudah kembali ke rumah. Di jalan pun kadang mereka berpapasan tapi entah mengapa nabi Ilyas seperti hilang dari pandangan.&#13;
Akhirnya nabi Ilyas selamat dari kejahatan mereka namun begitu kemarau panjang tak juga sirna selama 13 tahun penduduk Balabah hidup dalam derita satu persatu akhirnya mereka mati karena merasa dahaga.</note>
<note type="statement of responsibility">MB. Rahimsyah. AR</note>
<classification>297.246</classification>
<identifier type="isbn"></identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN MTs Negeri 2 PAMEKASAN</physicalLocation>
 <shelfLocator>297.246 RAH k</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">H173474</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library</sublocation>
   <shelfLocator>297.246 RAH k</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>321</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 10:24:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 08:05:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>