Image of Kisah nabi dzulkifli

BUKU PENGAYAAN

Kisah nabi dzulkifli



Disebuah padang pasir yang kering dan tandus. Terlihat seorang anak kecil bertubuh kurus. Nampak dari kejauhan dia sedang beristirahat. Maklum siang itu terik matahari sangat menyengat. Anak kecil tersebut bernama Dzulkifli. Biarpun kurus namun kulitnya nampak putih. Wajahnya tampan dan hatinya mulia. Sehari-hari pekerjaannya menggembala kambing.
Dzulkifli adalah anak orang yang tak punya, hidupannya sederhana makannya pun apa adanya namun begitu Dzulkifli merasa sangat senang sebab bapak ibunya selalu menyayang. Selain patuh kepada orang tua Dzulkifli juga pintar. Walau tidak sekolah namun dia rajin belajar. Yang paling dia suka adalah menulis dan membaca. Karenanya dia jadi pintar diantara teman-temannya. Meskipun pintar Dzulkifli tak pernah congkak biar pandai dia tetap taat kepada ibu dan bapak karenanya Dzulkifli juga punya banyak teman bukan hanya anak lelaki, tapi juga teman perempuan.
Saat tumbuh menjadi seorang pemuda. Sifat baik Dzulkifli masih juga tak berubah. Dia tetap berlaku sopan kepada siapa saja dan karena ini pula banyak orang suka kepadanya. Dzulkifli beda dengan pemuda-pemuda kebanyakan dia tak suka berjudi apalagi mabuk-mabukan, berkata kasar dan berbohong dia juga tak mau apalagi sampai mengumpat dan menipu.
Di siang hari Dzulkifli selalu berpuasa, sedangkan waktu malam dia pasti beribadah tak pernah sekalipun Dzulkifli melupakan sembahyang. Begitu juga tak pernah dia menyakiti hati orang karena sifat Dzulkifli yang begitu mulia banyak orang yang merasa kagum kepadanya bukan hanya orang miskin yang merasa sungkan bahkan sampai raja pun merasa segan.
Suatu saat ada seorang raja yang sudah berumur tua dia usianya yang senja dia tak punya putra mahkota karenanya sang raja mencari seorang pemuda yang akan diangkat sebagai anak untuk menggantikannya. Ketika pertama kali bertemu dengan Dzulkifli. Sang raja langsung jatuh hati saat melihat sifat Dzulkifli yang begitu mulia sang raja yakin Dzulkifli bisa menjadi raja yang bijaksana. "Hai Dzulkifli, sudilah engkau menggantikanku," kata raja. Dzulkifli kaget tak percaya dengan apa yang didengarnya jawab Dzulkifli, "Apa Tuan tak salah memilih saya, saya ini orang bodoh dan miskin yang tak punya apa-apa". Kata sang raja, "Jangan kau merendahkan diri, Dzulkifli aku tahu kau pandai dan berhati bersih untuk itu sekarang ikutlah bersama kami ke istana kau akan aku angkat sebagai raja".
Kini Dzulkifli telah menjadi seorang raja. Dia memerintah kepada semua rakyat dengan bijaksana. Biarpun Dzulkifli kini punya kedudukan yang tinggi tetap saja dia tak mau menyombongkan diri. Saat menjadi raja Dzulkifli tak pernah berbuat semena-mena apalagi sampai menindas dan menyengsarakan rakyatnya sebab sikapnya yang adil dia disenangi oleh rakyat. Seperti itulah jika Allah mengangkat derajat seseorang Dzulkifli yang dulu miskin kini jadi orang terpandang tak hanya itu Allah pun lalu mengangkatnya menjadi nabi. Semua itu karena hati Dzulkifli begitu suci.


Ketersediaan

H173470297.246 RAH kMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
Seri Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul
No. Panggil
297.246 RAH k
Penerbit Serba Jaya : Surabaya.,
Deskripsi Fisik
16 hlm.: ilus.; 23,8 x 15,7 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
297.246
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this