Detail Cantuman
Advanced Search
BUKU PENGAYAAN
Kisah nabi ibrahim
Raja Namrud adalah penyembah berhala. Kepada semua rakyat dia selalu memaksa siapapun yang berani menentang akan dia siksa bahkan tak segan-segan dia pun tega membunuhnya. Di jaman Namrud Allah mengutus seorang nabi. Namanya Nabi Ibrahim; orangnya tampan dan berbudi, tugas Nabi Ibrahim adalah menyadarkan manusia agar mereka tak tersesat ke jalan yang salah.
Setiap hari Nabi Ibrahim berdakwah kepada semua insan katanya, "Hai manusia, berhala itu bukanlah Tuhan! Tuhan yang sesungguhnya adalah Allah Ta'ala, dialah yang menciptakan alam ini dan seluruh isinya". Dakwah Nabi Ibrahim tak disambut dengan baik hati, malah dia selalu dihina dan dicaci maki tapi Nabi Ibrahim tetap menjalankan tugas dengan sabar, dia yakin Allah pasti menolong orang yang benar.
Di suatu hari Nabi Ibrahim pergi ke tempat penyembahan. Dia melihat banyak patung berhala berdiri berjejeran di tempat itulah raja Namrud selalu melakukan pemujaan terhadap patung-patung buatan manusia. Dalam hati Nabi Ibrahim punya niat, menghancurkan patung itu supaya manusia tak tersesat. Maka dirobohkanlah patung tersebut satu persatu dengan kapak Nabi Ibrahim melakukannya tanpa ragu.
Diantara patung-patung itu ada satu yang paling besar. Nabi Ibrahim membiarkannya tetap berdiri tegar, pada leher patung itu Nabi Ibrahim mengalungkan sebuah kapak supaya terlihat bahwa patung itulah yang merusak, esoknya Raja Namrud marah-marah. Katanya, "Siapa yang telah merusak Tuhan kita?" "Pasti ini kelakuan Nabi Ibrahim," kata seorang perdana menteri. Kata Namrud, "Kalau begitu panggil dia kemari!". Nabi Ibrahim kemudian diadili, "Nabi Ibrahim, apa kau yang merusak tuhan-tuhan kami?" "Lho, jangan tanya saya," jawab Nabi Ibrahim menimpali. Tanyakan saja pada ptung besar itu pasti dia mengerti".
Mendengar jawaban itu, raja Namrud semakin marah katanya, "Goblok, patung itu tidak bisa bicara "Lho, kalai tak bisa bicara mengapa kau sembah?" Jawab Nabi Ibrahim dengan segera. Raja Namrud tidak bisa membantah dan hanya diam. Dia sadar bahwa patung itu hanya bisa bungkam namun begitu raja Namrud tidak menjadi sadar malah saat melihat Nabi Ibrahim dia ingin menghajar
Raja Namrud lalu memerintahkan prajuritnya untuk mengikat Nabi Ibrahim di sebuah pohon kurma kata Namrud, "Kalau tak mengaku kau akan kubakar." Jawab Nabi Ibrahim, "Siapa takut, aku tak gentar!" Nabi Ibrahim kemudian diseret ke padang pasir. Terik matahari pun begitu panas menyengat dengan penuh semangat mereka ingin membakar Nabi Ibrahim.
Banyak kayu bakar terkumpul sudah membentuk api unggun yang siap dinyalakan apinya. Nabi Ibrahim diikat di tengah-tengah tonggak kayu. Tak lama setelahh itu kayu-kayu pun dibakar. Api berkobar-kobar dengan dahsyatnya yang dilakukan Nabi Ibrahim kini hanya pasrah dia yakin Allah pasti akan menolongnya. Tak lama setelah itu Allah lalu berkata kepada api kata-Nya, "Hai api, hendaklah dingin dan selamatkan Ibrahim!". Dalam situasai genting tiba-tiba semuanya berubah. Api yang panas tiba-tiba jadi dingin. Dalam kobaran api Nabi Ibrahim malah kedinginan hingga dia selamat dari kematian.
Ketersediaan
| H173468 | 297.246 RAH k | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Seri Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul
|
|---|---|
| No. Panggil |
297.246 RAH k
|
| Penerbit | Serba Jaya : Surabaya., |
| Deskripsi Fisik |
16 hlm.: ilus.; 23,8 x 15,7 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
297.246
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MB. Rahimsyah. AR
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






