Detail Cantuman
Advanced SearchBUKU PENGAYAAN
Burung gagak yang gila pujian
Teman-teman tahulah kamu binatang serigala? Ada seekor serigala? Serigala termasuk binatang liar dan buas. Ia mirip dengan seekor anjing tapi bentuknya lebih ramping dan gesit. Serigala adalah pemakan daging. Serigala biasa hidup di hutan. Tapi siang itu ia merasa malang. Sejak pagi belum ndapatkan mangsa untuk dimakan. Bahkan seekor ayam hutan yang paling kecil pun belum ia temukan. Maka ia nekad berjalan ke arah perkampungan.
Setelah berjalan cukup jauh. Ia mulai melihat ujung perkampungan penduduk. Serigala senang hatinya. Ia berharap segera dapat menemukan mangsa. Ia berjalan mengendap-endap. Mencari kandang ayam milik pak tani. "Ha! Ini dia! Pasti banyak ayam di dalam kandang ini!" Serigala mendekat indera penciumannya sangat tajam. Ia segera tahu di dalam kandang ada banyak ayam. Sepasang matanya tajam berkilat. Dari balik jeruji kayu ia mengintip. Ternyata ada banyak ayam di dalam kandang. Dalam hati ia berkata, "Aku tak butuh banyak, seekor ayam yang besar sudah cukup mengenyangkan perutku."
Air liur serigala menetas. Ia sangat gemas melihat demikian banyak ayam yang gemuk dan sehat. Sebaliknya ayam-ayam itu langsung berteriak keras-keras saat melihat kehadiran serigala. "Hai! Jangan berisik!" teriak serigala. Pak Tani kaget mendengar teriakan ayam-ayamnya. Ia keluar dari rumah dengan membawa pantungan. "Pasti ada bahaya! Mungkin ayam-ayam itu terkejut melihat musang atau serigala!" gumam Pak Tani. Sampai di kandang Pak Tani memang melihat serigala. "Jadi kau biang keladinya?" kata Pak Tani geram. "Sini...! Aku beri kau hadiah pentungan!" "Ampun Pak Tani...!" teriak serigala. "Aku belum sempat memakan ayammu!" Tentu saja serigala tak mau mati konyol. Ia berkelit ketika Pak Tani melayangkan pentungannya. Pak Tani marah! Ia lempari serigala itu dengan batu. Tapi serigala sudah ambil langkah seribu alias berlari kencang!
Serigala berlari kencang sambil menghindari lemparan batu Pak Tani. Dengan nafas terengah-engah sampailah serigala ke dalam hutan,. Hatinya merasa lega setelah melihat Pak Tani tak mengejarnya lagi. Serigala bersembunyi di tempat yang aman. Di dalam sebuah lubang khaki pohon besar. Ia menunggu kesempatan, jika malam tiba. Ia akan balik ke kandang ayam lagi. Sementara itu ada seekor burung gagak lapar. Ia terbang di atas perkampungan. Menemukan beberapa dendeng daging yang sedang dijemur di atas atap rumah. Daging kering adalah kesukaan burung gagak. Ia menyambar satu dendeng. Dengan cepat ia meninggalkan atap rumah. "Aku akan menyantap daging ini di tempat yang aman..." gumam si gagak. Ia terbang menuju tempat yang dianggapnya aman. Ternyata ia terbang ke dalam hutan, tak jauh dari tempat persembunyian serigala. Serigala yang tajam penciuman dan pendengarannya segera bangun, keluar dari persembunyian. Ia ingin tahu apa yang bergerak-gerak di atas pohon.
Melihat seekor gagak membawa daging dendeng serigala segera memutar otak. "Hai! gagak yang baik! Apa yang sedang kau lakukan?" Tentu saja si gagak tak menjawan. Sebab jika ia membuka paruhnya dendeng itu pasti terjatuh. Serigala tak kekurangan akal. Ia memuji-muji si burung gagak. "Hai gagak yang gagah! Aku dengar suaramu sangat merdu...! Tapi bisakah kau bernyanyi. Seperti aku ini...!" Serigala kemudian menolong panjang. Gagak tetap diam. Serigala mengoloknya, "Ternyata kau payah! Tak bisa menyanyi!" Setelah dipuji-puji kemudian diolok-olok si gagak jadi marah. Ia pun membuka suara, mengeluarkan suaranya yang parau. Ia menyanyi, tentu saja suaranya tidak merdu dan dendeng di paruhnya terjatuh ke bawah. Serigala dengan sigap menangkap dendeng yang jatuh. Kini si gagak mengerti maksud serigala yang memang sengaja mengakalinya. "Dasar serigala jahat! Kau sengaja menipuku!" teriak si burung gagak. Burung gagak turun hendak merebut dendengnya. Tapi dendeng itu sudah ditelan serigala. "Sini! aku juga masih sanggup menghabiskan dagingmu gagak!" Mendengar ancaman serigala maka gagak segera terbang menjauh. Karena itu teman-teman, hati-hatilah jika kau mendengar orang yang memuji atau mengolok-olokmu. Jangan-jangan dia punya maksud lain di balik pujiannya!.
Ketersediaan
| H173462 | 899.221 RAH b | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Dongeng & Mewarnai
|
|---|---|
| No. Panggil |
899.221 RAH b
|
| Penerbit | Serba Jaya : Surabaya., |
| Deskripsi Fisik |
24 hlm.: ilus.; 21 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
899.221
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MB. Rahimsyah. AR
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






