PERJUSAMI GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 79–78 MTs Negeri 2 Pamekasan “Membentuk Generasi Mandiri, Disiplin, dan Bertanggung Jawab dengan Pramuka Penggalang”

Kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu–Minggu (Perjusami) Gerakan Pramuka Gugus Depan 79–78 MTs Negeri 2 Pamekasan telah sukses dilaksanakan pada tanggal 01–03 Mei 2026 bertempat di Lapangan Nyalabuh Daya Pamekasan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias.

Pada hari pertama kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kamabigus selaku pembina upacara, pelatih pramuka, pembina satuan, dewan ambalan, serta seluruh peserta perkemahan. Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian acara berupa pengucapan Pancasila dan Dasa Dharma Pramuka, dilanjutkan dengan penyematan ID card kepada perwakilan siswa-siswi sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Dalam amanatnya, Bapak Sholeh Suaidi, S.Ag, M.Pd selaku Kamabigus menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan tidak hanya sekedar menginap di luar rumah, berkumpul dengan teman, dan berada di tenda, akan tetapi bertujuan untuk membentuk jiwa yang mandiri, bertanggung jawab, disiplin, serta mencintai alam sekitarnya.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan kirab kreasi yang menampilkan berbagai potensi siswa, di antaranya: Drumband, Albanjari, Pencak silat, dan Semaphore.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang menantang dan edukatif, seperti Penjelajahan alam, Materi kepemimpinan, dan Outbound. Pada malam harinya, suasana semakin hangat dengan kegiatan api unggun yang dilanjutkan dengan pentas seni dari masing-masing regu.

Kegiatan Perjusami ditutup dengan upacara penutupan yang diawali dengan pembacaan Pancasila dan Dasa Dharma. Dalam amanatnya, Kamabigus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pembina, dan pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Beliau juga memberikan evaluasi/ penilaian selama pelaksanaan perjusami ini berlangsung. “Kalian telah melaksanakan Perjusami, sehingga nantinya jiwa ketangguhan, kreativitas, kolaborasi, dan gotong royong dapat diterapkan dalam kehidupan belajar di madrasah,” imbuh Beliau. Tanda berakhirnya kegiatan ini adalah pelepasan ID card, pemberian hadiah kepada regu pemenang lomba pentas seni dan lomba hias, serta menyanyikan lagu “Sayonara” dan bersalaman- salaman.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *